banner

Mantan Kades Koto Padang Samsudin Dilaporkan Oleh Lsm Fakta Ke Polres Kerinci

  • Bagikan

Lensaberita.online, SUNGAIPENUH – Samsudin Mantan Kepala Desa Koto Padang merupakan salah satu kades di kota sungai penuh yang selalu menjadi soratan media dalam pelaksanaan anggaran selama 5 tahun masa jabatannya.

Pasalnya, mantan kades koto padang ini selalu membuat kontroversi dalam pembuatan dan pelaksanaan anggaran, mulai dari manipulasi hingga banyaknya pelaksanaan anggaran yang tidak di realisasikanya. Hal ini dilihat dari berbagai sumber media yang mengekspost berita mantan kepala desa tersebut.

Dalam hal ini LSM Fakta telah melaporkan perbuatan melawan hukum mantan kades Koto Padang tersebut ke aparat penegak hukum. Hingga sampai sejauh ini kasus ini masih terus bergulir, dan diminta agar aparat penegak hukum untuk memproses mantan kepala desa tersebut sesuai dengan undang-undang yang berlaku yang menjeratnya.

Eka rose anggota Lsm Fakta saat dikonfirmasi Rabu (7/02/2024) mengatakan bahwa sedang menunggu hasil LHP dari Inspektorat.
” Ya, kata pihak polres saat ini sedang menunggu hasil LHP dari Inspektorat”. “Ungkapnya.

Dia juga menambahkan kalau untuk pemeriksaan oknum mantan kades beserta sekdesnya sudah dilakukan.

“Kalau untuk pemeriksaan oknum mantan kades dan sekdesnya, beserta para saksi sudah dilakukan semua oleh pihak penyidik polres kerinci. ” Tambahnya.

Adapun isi laporannya yaitu mengenai pengelapan dana pembinaan untuk pemuda dan karang taruna, anggaran gedung pandai besi yang tumpang tindih (dimanipulasi), hingga pembuatan jalan usaha tani yang tidak realisasi.

Sesuai dengan Undang-Undang No 20 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi pasal 2
“Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp 200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp 1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”. (JP)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *