banner

Di Duga Pelayanan Kurang Maksimal Hinga Pasien Ngamuk Menuai Sorotan Publik

  • Bagikan

 

Tangerang, lensaberita Inilah suasana di rumah sakit Metro Hospital Cikupa Kabupaten Tangerang yang mana orang Tua Pasien Ngamuk di Rumah Sakit Tersebut yang diduga disebabkan oleh buruk nya pelayanan di Rumah Sakit Metro Hospital Cikupa Kabupaten Tangerang, Senin 19/9/3023.

Salah satu orang tua yang bernama Inuar Gumay mengatakan mengaku mengamuk lantaran kesal dengan pelayanan rumah sakit yang terkesan buruk Saat itu.

Inuar Gumay, sebagai ketua umum LSM GERHANA INDONESIA menuturkan kepada awak media bahwa beliau meminta kepada sekda kabupaten Tangerang Dan Dinkes memangil Direktur rmh sakit Metro Hospital Cikupa.

“Saya Akan melayangkan surat kepada sekda terkait buruk nya pelayanan Rmh sakit Metro Hospital Cikupa, anak saya tangan nya dan kaki lebam semua di karnakan Jarum inpus yang puluhan kali di tusukan oleh para perawat, Rumah sakit dari IGD Jam 4 shubuh baru bisa Jam 9,30 pagi itu pun yang memasang Dokter, kemudian baru bisa di bawa ke ruang Rawat inap, setelah di bawa di ruangan rawat inap berapa jam kemudian copot jarum inpus anak saya, setelah copot jarum infus di niat nya mau di pasang lagi tapi semua nya gagal karna tidak paham nya para perawat rumah sakit, dengan melihat kondisi anak seperti itu saya putus kan pindah rumah sakit karna melihat pelayanan nya dinilai kurang baik”, ungkapnya geram.

 

Di tempat terpisah Taslim wirawan selaku ketua umum LSM Seroja Indonesia menyikapi terkait adanya orang tua pasien ngamuk di Rumah sakit metro hospital Cikupa kabupaten Tangerang menyampaikan bahwa kejadian ini harus segera di tindaklanjuti agar masyarakat tidak merasa kuatir ketika hendak berobat.

“Dalam hal ini kami dari kontrol sosial LSM Seroja Indonesia meminta kepada Dinas Kesehatan untuk memanggil langsung Direktur Rumah sakit Metro Hospital Cikupa Tangerang, guna di mintai keterangan dan pertanggung jawabannya”, ungkap Taslim.

Ya kami sering mendengar sering terjadi hal hal yang kami duga menjurus ke arah mal praktek di Rumah sakit tersebut, bagaimana tidak terhadap anak berumur 10 bulan, untuk menusukan jarum infus sampai hampir kurang lebih dari 70 kali, ini sangat tidak masuk akal, apakah standar Operasional Kerja atau SOP di Rumah sakit tersebut mempekerjakan pekerja yang tidak paham akan dunia kesehatan”, tandasnya.

Ini berhubungan dengan Nyawa, jangan sembarangan mempekerjakan para pekerja yang bukan atau tidak memahami dunia kesehatan bisa fatal urusannya.
Yah kami dalam waktu dekat akan segera bersurat ke Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang agar memanggil Direktur Rumah Sakit tersebut, dan menekankan kepada Dinas Kesehatan agar menerapkan sangsi kepada Rumah sakit tersebut, kalau perlu sampai ke pencabutan ijin Operasinya”tutupnya.

Hingga berita di terbitkan semua pihak belum terkonfirmasi.

(Rey)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *